Show Sidebar

Tips Interview Telepon Anti Gugup 😺

Dering telepon di siang bolong, nomornya nggak dikenal pula. Sempat ragu mau angkat, tapi penasaran juga. Pas diangkat, suara ramah di seberang sana memperkenalkan diri dari departemen HR perusahaan yang kamu lamar beberapa hari lalu. Wah, senangnya bukan main! Tapi eh, tunggu dulu… “Kami ingin mengundang kamu untuk sesi wawancara via telepon besok, apakah bersedia?” Jantung langsung dag-dig-dug ser! Wawancara lewat telepon? Gimana caranya? Apa yang harus disiapin? Rasanya campur aduk antara girang karena lolos tahap awal dan cemas karena ini pengalaman pertama.

Tenang, Gengs! Kamu nggak sendirian, kok. Banyak banget yang merasa agak awkward atau bahkan meremehkan tahapan ini. Padahal, wawancara via telepon itu ibarat gerbang pertama yang harus kamu lewati dengan gemilang. Ini adalah momen di mana rekruter melakukan penyaringan awal untuk melihat apakah kamu punya kualifikasi dasar dan kepribadian yang “nyambung” dengan yang mereka cari. Anggap saja ini kencan pertama, tapi lewat suara. Kalau kamu bisa menciptakan kesan yang baik, pintu menuju tahap wawancara selanjutnya—seperti wawancara tatap muka atau via video—akan terbuka lebar. Jadi, yuk kita bongkar tuntas semua rahasianya biar kamu bisa menghadapi wawancara via telepon dengan super efektif!

Memahami Panggung Awalmu: Kenapa Wawancara Telepon Itu Penting?

Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, “Kenapa nggak langsung wawancara tatap muka aja, sih?” Jawabannya simpel: efisiensi. Bayangin deh, untuk satu posisi, rekruter bisa menerima ratusan bahkan ribuan CV. Melakukan wawancara tatap muka dengan semua kandidat itu butuh waktu dan tenaga yang luar biasa. Nah, di sinilah wawancara via telepon berperan sebagai saringan super ampuh. Dalam 15-30 menit, rekruter bisa mendapatkan gambaran awal tentang komunikasimu, pemahamanmu tentang posisi yang dilamar, dan keseriusanmu. Ini cara cepat bagi mereka untuk memisahkan kandidat yang benar-benar potensial dari yang hanya sekadar iseng melamar.

Dari sudut pandangmu sebagai pencari kerja, ini justru sebuah keuntungan, lho! Kamu nggak perlu repot-repot menembus macet, pusing mikirin ongkos transportasi, atau panik memilih baju yang paling pas. Kamu bisa melakukannya dari zona nyamanmu sendiri, entah itu di kamar, di ruang kerja, atau di sudut kafe yang sepi. Fokusmu bisa sepenuhnya tercurah pada apa yang akan kamu sampaikan, bukan pada penampilan fisik. Ini adalah kesempatan emas untuk “menjual” kemampuan dan pengalamanmu dengan cara yang lebih santai namun tetap profesional. Jadi, buang jauh-jauh pikiran bahwa ini hanya formalitas. Justru karena ini tahap awal, kesan pertama yang kamu ciptakan lewat suara akan sangat menentukan perjalananmu selanjutnya.

Jadi, ubah mindset-mu, ya! Jangan anggap wawancara telepon sebagai halangan, tapi sebagai panggung pertamamu untuk bersinar. Rekruter ingin mendengar antusiasme dan kepercayaan dirimu melalui nada bicaramu. Mereka ingin tahu apakah kamu orang yang mereka cari untuk diajak ke “kencan” selanjutnya. Dengan memahami betapa krusialnya tahapan ini, kamu akan lebih termotivasi untuk melakukan persiapan wawancara telepon secara matang. Ingat, setiap langkah dalam proses rekrutmen itu penting, dan langkah pertama inilah yang seringkali jadi penentu segalanya.

Kunci Sukses Persiapan Wawancara Telepon yang Anti Gagal

Sama seperti ujian, persiapan adalah separuh dari kemenangan. Jangan pernah berpikir, “Ah, cuma ngobrol di telepon, santai aja.” Salah besar! Justru karena rekruter nggak bisa melihat ekspresi dan gesturmu, setiap kata dan intonasi yang keluar dari mulutmu punya bobot yang lebih besar. Jadi, mari kita siapkan amunisi lengkap agar kamu tampil maksimal. Persiapan wawancara telepon yang baik akan membuatmu jauh lebih percaya diri dan terstruktur saat menjawab setiap pertanyaan.

Langkah pertama dan paling fundamental adalah urusan teknis. Sederhana tapi sering dilupakan! Carilah tempat yang super sunyi di mana kamu nggak akan terganggu oleh suara TV, tangisan adik, atau abang bakso yang lewat. Pastikan sinyal provider-mu kuat di lokasi itu. Nggak lucu kan kalau di tengah-tengah penjelasan seru, suaramu putus-putus? Sangat disarankan untuk menggunakan handsfree atau earphone berkualitas baik. Selain membuat suaramu lebih jernih, tanganmu juga bebas untuk membuat catatan. Terakhir, pastikan baterai ponselmu penuh 100%! Siapkan juga segelas air minum di dekatmu untuk mencegah tenggorokan kering di momen krusial.

Sekarang, bagian serunya: menyiapkan “contekan”! Inilah keindahan wawancara via telepon, kamu bisa melakukannya! Siapkan dokumen-dokumen ini di hadapanmu:

  • CV atau Resume Kamu: Kamu harus hafal luar kepala isinya, jadi saat ditanya detail tentang pengalaman kerja di tahun sekian, kamu nggak gelagapan.
  • Deskripsi Pekerjaan: Cetak atau buka di layar laptop. Stabilo poin-poin kualifikasi dan tanggung jawab yang paling penting. Ini membantumu untuk menghubungkan pengalamanmu dengan apa yang perusahaan butuhkan.
  • Catatan Tentang Perusahaan: Lakukan riset singkat tentang visi-misi, produk/jasa, dan berita terbaru perusahaan. Tunjukkan bahwa kamu benar-benar tertarik, bukan asal melamar.
  • Daftar Jawaban & Pertanyaan: Siapkan poin-poin jawaban untuk pertanyaan interview telepon yang umum (nanti kita bahas lebih dalam, ya!). Siapkan juga minimal 3 pertanyaan yang ingin kamu ajukan ke rekruter.

Dengan semua amunisi ini, kamu nggak akan panik. Kamu punya panduan yang membantumu tetap fokus dan relevan. Latih jawabanmu beberapa kali, kalau perlu rekam suaramu sendiri. Dengarkan lagi, apakah terdengar terlalu cepat? Apakah ada banyak kata “eeh” atau “hmm”? Latihan ini membantumu menyadari kelemahan dalam caramu berkomunikasi dan memperbaikinya sebelum hari-H tiba.

Dari Nada Sapa Hingga Menjawab Pertanyaan Interview Telepon

Tiba saatnya telepon berdering! Angkat napas dalam-dalam, tersenyumlah (iya, beneran, tersenyum itu mengubah intonasi suaramu jadi lebih hangat!), lalu angkat telepon dengan sapaan yang jelas dan profesional. Hindari jawaban seperti “Halo?” dengan nada bertanya. Coba ganti dengan, “Selamat pagi/siang, dengan [Nama Kamu] di sini.” Ini langsung memberikan kesan bahwa kamu sudah siap dan sigap. Dengarkan baik-baik saat rekruter memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan teleponnya. Ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan sebelum percakapan berlanjut.

Selama proses wawancara berlangsung, ingatlah bahwa suaramu adalah satu-satunya alatmu. Gunakan intonasi yang bervariasi untuk menunjukkan antusiasme. Jangan bicara dengan nada datar seperti sedang membaca berita duka. Bicaralah dengan kecepatan yang pas, tidak terlalu cepat karena gugup, tidak juga terlalu lambat karena mengantuk. Beri jeda sejenak sebelum menjawab pertanyaan untuk menunjukkan bahwa kamu berpikir. Dan yang paling penting, jadilah pendengar yang aktif! Jangan memotong pembicaraan rekruter. Kalau ada pertanyaan yang kurang jelas, jangan ragu meminta klarifikasi. Kalimat seperti, “Baik, Bapak/Ibu. Mohon maaf, untuk memastikan saya paham, yang ditanyakan adalah mengenai pengalaman saya dalam mengelola tim, begitu ya?” menunjukkan bahwa kamu sangat perhatian dan teliti.

Sekarang kita masuk ke bagian inti: menjawab pertanyaan interview telepon. Biasanya, pertanyaan yang diajukan di tahap ini bersifat umum dan bertujuan untuk memverifikasi CV-mu. Beberapa pertanyaan klasik yang hampir pasti muncul adalah:

  1. “Bisa ceritakan tentang diri Anda?” Ini bukan ajang curhat, ya! Fokus pada 2-3 pencapaian terbesarmu yang relevan dengan posisi yang dilamar. Buat ringkasan singkat perjalanan kariermu dan tutup dengan alasan mengapa kamu tertarik dengan posisi ini.
  2. “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?” Nah, di sinilah hasil risetmu berguna! Sebutkan hal spesifik yang kamu kagumi, entah itu produknya, budaya kerjanya, atau pencapaian terbarunya.
  3. “Kenapa Anda tertarik dengan posisi ini?” Hubungkan keahlian dan pengalamanmu dengan apa yang dibutuhkan di deskripsi pekerjaan. Tunjukkan bahwa kamu melihat posisi ini sebagai langkah karier yang positif.
  4. “Apa kelebihan dan kekurangan Anda?” Untuk kelebihan, pilih yang paling relevan dengan pekerjaan. Untuk kekurangan, sebutkan kekurangan yang nyata tapi tidak fatal, dan yang terpenting, ceritakan bagaimana caramu mengatasinya.

Saat menjawab, usahakan agar jawabanmu terstruktur. Jangan bertele-tele. Gunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) saat menjelaskan pengalaman kerja. Ceritakan situasinya, apa tugasmu, tindakan apa yang kamu ambil, dan apa hasil positif yang kamu capai. Dengan begitu, jawabanmu akan terdengar konkret, meyakinkan, dan profesional. Inilah salah satu tips interview telepon paling jitu untuk memukau rekruter.

Bukan Cuma Menjawab, Ini Cara Bertanya dan Menutup Panggilan dengan Elegan

Ingat, wawancara adalah jalan dua arah. Ini bukan cuma tentang rekruter yang menilaimu, tapi juga tentang kamu yang menilai apakah perusahaan dan posisi tersebut cocok untukmu. Di akhir sesi, rekruter hampir selalu akan bertanya, “Apakah ada pertanyaan dari Anda?” Jangan pernah menjawab, “Tidak ada.” Jawaban itu bisa diartikan sebagai kurangnya minat atau persiapan. Sebaliknya, manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan rasa ingin tahu dan kecerdasanmu.

Pertanyaan yang kamu ajukan haruslah cerdas dan berbobot. Hindari pertanyaan yang jawabannya bisa kamu temukan dengan mudah di Google. Ini juga bukan waktu yang tepat untuk menanyakan gaji atau jatah cuti, kecuali rekruter yang memulainya lebih dulu. Fokuslah pada pertanyaan seputar pekerjaan, tim, dan budaya kerja. Beberapa contoh pertanyaan yang bisa kamu siapkan:

  • “Menurut Bapak/Ibu, seperti apa tantangan terbesar yang akan dihadapi di posisi ini dalam 6 bulan pertama?”
  • “Bagaimana budaya kerja di tim yang akan saya masuki nanti? Apakah lebih kolaboratif atau individual?”
  • “Seperti apa gambaran kesuksesan untuk posisi ini di mata perusahaan?”
  • “Apa saja tahapan selanjutnya dalam proses rekrutmen ini dan kira-kira kapan saya bisa mendapat kabar?”

Setelah sesimu bertanya selesai dan rekruter sudah memberikan jawaban, inilah saatnya untuk menutup percakapan. Ucapkan kembali terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan. Ini sangat penting! Tunjukkan sopan santunmu. Kamu juga bisa menegaskan kembali antusiasmemu terhadap posisi tersebut. Contoh kalimat penutup yang baik: “Baik, Bapak/Ibu, terima kasih banyak atas waktu dan informasi yang sangat bermanfaat. Saya semakin tertarik dengan kesempatan ini dan berharap bisa lanjut ke tahap berikutnya. Selamat melanjutkan aktivitas.” Penutupan yang singkat, sopan, dan positif akan meninggalkan kesan akhir yang manis di benak rekruter.

Masih Ada yang Mengganjal? Cek Pertanyaan Umum Ini!

  • Boleh nggak sih aku pakai catatan saat interview telepon?

    Tentu saja boleh! Inilah salah satu keuntungan terbesar wawancara via telepon. Siapkan poin-poin penting, bukan skrip utuh. Catatan ini berfungsi sebagai pemandu agar kamu tidak kehilangan arah, bukan untuk dibaca kata per kata yang malah akan membuatmu terdengar seperti robot.

  • Gimana kalau tiba-tiba koneksi putus di tengah wawancara?

    Jangan panik! Hal teknis seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. Segera hubungi kembali nomor rekruter tersebut. Jika tidak diangkat, kirim pesan singkat untuk meminta maaf atas gangguan teknis dan tanyakan apakah wawancara bisa dilanjutkan. Ini menunjukkan sikap proaktif dan solutif.

  • Berapa lama biasanya durasi wawancara via telepon?

    Biasanya, sesi ini berlangsung singkat, antara 15 hingga 30 menit. Tujuannya adalah untuk penyaringan awal. Namun, ada juga yang bisa lebih lama tergantung pada posisi dan kebijakan perusahaan. Yang penting, alokasikan waktu yang cukup agar kamu tidak terburu-buru.

Siap Meraih Kesempatan Lewat Panggilan Telepon?

Nah, itu dia panduan lengkap untuk menaklukkan wawancara via telepon. Ternyata tidak seseram yang dibayangkan, kan? Kuncinya hanya satu: persiapan, persiapan, dan persiapan. Dari memastikan koneksi lancar, meriset perusahaan, hingga melatih jawaban, semua langkah itu akan membangun kepercayaan dirimu. Anggap saja ini sebagai latihan sebelum kamu naik ke panggung yang lebih besar. Setiap panggilan telepon adalah sebuah kesempatan, jadi jangan biarkan rasa gugup menghalangimu.

Terapkan semua tips interview telepon di atas, tunjukkan versi terbaik dari dirimu melalui suara, dan buat rekruter yakin bahwa kamulah orang yang mereka cari. Siapa tahu, dering telepon berikutnya adalah undangan untuk wawancara tatap muka! Terus semangat dan jangan pernah berhenti mencoba. Yuk, temukan ribuan peluang kerja impian yang menantimu dan bersiaplah untuk panggilan telepon pembawa rezeki berikutnya!

Leave a Comment